Konsumsi dan Tabungan

Fungsi konsumsi dan Tabungan

Dalam ekonomi sederhana, terdapat dua sektor pelaku ekonomi, yaitu sektor Rumah Tangga Konsumen (RTK) dan Rumah Tangga Perusahaan (RTP). Permintaan agregatnya pun terdiri atas konsumsi dan investasi karena permintaan datang dari konsumen adalah permintaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berupa barang-barang konsumsi. Inilah disebut konsumsi.

Menurut keynes, konsumsi didorong oleh motifyang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri yang bersifat subjektif, yaitu keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, orang meminta barang dan jasa yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bersifat material. Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin tinggi pula tingkat konsumsi walaupun perubahannya belum tentu proposional.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi dan Tabungan

1. Kekayaan yang Telah Terkumpul

Sebagai akibat dari mendapat harta warisan atau tabungan yang banyak, seseorang berhasil memiliki kekayaan yang mencukupi. Dlam keadaan seperti itu ia sudah tidak terdorong lagi untuk menabung lebih banyak.

2. Tingkat Bunga

Tingkat bunga merupaan pendapatan yang diperoleh seseorang dari melakukan tabungan. Rumah tangga akan banyak tabungan jika tingkat bunga tinggi karena lebih banyak bunga yang akan diperoleh.

3. Sikap Berhemat

Setiap orang memiliki sikap tersendiri dalam menabung dan berbelanja. Ada orang yang tidak suka berbelanja berlebihan dan mementingkan tabungan dalam keadaa seperti itu APC dan MPCnya lebih rendah.

4. Keadaan Perekonomian

Dalam perekonomian stabil dan tidak banyak pengangguran masyarakat berkecendeerungan melakukan perbelanjaan yang lebih aktif. Akan tetapi dalam keadaan perekonomian yang lambat tingkat pengangguran cenderung meningkat dan masyarakat mulai berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya.

5. Distribusi Pendapatan

Dalam masyarakat yang distribusi pendapatannya tidak merata, akan dapat diperoleh tabungan lebih banyak. Dalam keadaan seperti itu sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh segolongan kecil penduduk yang sangat kaya, dan golongan masyarakat ini memiliki kecenderungan menabung yang tinggi.

6. Ketersediaan Dana Pensiun

Program dana pensiun di jalankan di beberapa negara. Ada negara yang memberikan pensiun yang cukup tinggi kepada golongan penduduknya yang telah tua. Jika pendapatan dari pensiun banyak, para pekerja tidak terdorong untuk melakukan tabungan banyak pada masa bekerja. Sebaliknya , jika pendapatan pensiun tidak mencukupi, masyakarat cenderung akan menabung lebih banyak pada masa mereka bekerja.

Sumber :

Ahman,Eeng.2007.Membina Kompetensi Ekonomi.Bandung.Grafindo Media Pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s